Selasa, 18 Juni 2013

Mahasiswa juga Rakyat

Saya manusia, saya juga hanya mahasiswi biasa yang tidak terkait organisasi manapun, saya juga tidak ikut aksi karena berbagai hal yang sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Di artikel ini saya hanya ingin mengambil hak saya dalam kebebasan berpendapat (Pasal 14 UU No. 39 tahun 1999).
          Kalian tau apa makna rakyat? Aparat, pemerintah, masyarakat Indonesia, mahasiswa sendiri, “Apakah kalian paham makna dari rakyat itu apa?”. Rakyat adalah penduduk suatu Negara (KBBI), rakyat adalah semua orang yang tinggal dalam suatu wilayah atau Negara (Bahar Rifai), rakyat adalah keseluruhan perorangan atau individu yang hidup di wilayah nasional dan tunduk pada peraturan perundangan yang sama (Doed Joesoef). Ya, rakyat adalah penduduk Negara Indonesia kita tercinta. Ya, mahasiswa adalah rakyat yang tunduk dengan peraturan pemerintah. Dan tentunya, mahasiswa adalah orang yang tinggal dibumi pertiwi.
          Terkait aksi kemarin yang berujung penyeretan beberapa mahasiswa dari rapat Paripurna, mereka memang mengatakan sakitnya tidak begitu terasa saat pamdal menarik jakun dan menyeret mereka keluar. Tapi apakah hati mereka juga tidak sakit? Disini mereka hanya menyatakan kekecewaannya atas keputusan semalam, dan sudah sangat jelas dalam uu di Indonesia pun tidak ada larangan untuk berpendapat. Pembaca dapat menilai sendiri bagaimana kejadian semalam, bagaimana perasaan orangtua mereka melihat anak-anaknya ditarik paksa, bagaimana perasaan kami teman-temannya melihat mereka diperlakukan bak seorang penjahat, dan bagaimana perasaan kita sebagai manusia melihat mereka diperlakukan tidak manusiawi?
          Aksi, aksi dan aksi yang dilakukan mahasiswa itu dilakukan dengan banyak kajian dari berbagai ilmu yang tentunya tidak diliput media, aksi ini dilakukan semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Dengan kenaikan BBM, banyak politisi yang menjanjikan  beasiswa akan diperbesar, dan akan ada BLT. Pertanyaannya, emang cukup? Di saat harga kebutuhan pokok meroket, ongkos angkutan umum naik, obat-obatan tambah mahal memangnya bakal cukup tambahan 100rb-200rb yang diwacanakan wakil kita disana? Yak! Dapat dipastikan angka kemiskinan makin naik dan pada akhirnya wakil rakyat juga kocar kacir mencari solusi untuk menekan angka tersebut. Inikah solusi terbaik untuk Indonesia saat ini? Silahkan pembaca menilai sendiri dengan hati nurani.

*Note: Mohon gunakan hati nurani saat membaca dan buang semua pikiran egois yang mengatakan mahasiswa aksi hanya untuk diri mereka.

1 komentar:

© 2012 Aneuk Dara Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com