Rabu, 11 Mei 2011

Asal Usul Gothic

Istilah gothic berasal dari nama suku nenek moyang bangsa jerman, Visigoth, yang berkepercayaan pagan. Orang-orang Visigoth di kenal sebagai bangsa bar-bar yang pemberani, setia dan pemangsa yang kejam ,gak heran kalo mereka jadi musuh yang paling merepotkan tentara kerajaan romawi. Dari segi kekuatan memang mereka gak sebanding dengan tentara romawi,namun jika mereka merasa terganggu atau kurang aman,mereka akan membunuhi siapapun musuhnya tanpa bersisa.
Budaya mereka terkesan gelap dan gloomy, tentu saja sesuai dengan kepercayaan mereka. Kebudayaan seperti ini di tampilkan dalam berbagai karya mereka seperti arsitektural lagu, syair, dongeng fashion de el el.
Di kemudian hari, romawi menggunakan kebudayaan Visigoth dengan paganism mereka untuk menembus barikade kepercayaan mereka untuk di kembalikan pada kristus. Cara ini terbekas pada model arsitektur gereja-gereja kuno juga ketika islam menguasai spanyol dan Andalusia, pembangunan masjid di wilayah ini tak luput dari sentuhan kebudayaan gothic. Asal tau aja,spanyol juga salah satu wilayah migrasi bangsa Visigoth. Trus sekarang bandingin dengan arsitektur masjid nabawi yang jauh di seberang madinah. Kenapa sangat mirip dengan arsitektur bangunan di spanyol yang di dominasi gaya Visigoth yang pagan…??
Ternyata banyak kepercayaan dan agama di dunia ini mengakui dan salut kepada orang-orang Visigoth karena ideologi kejujuran dan kesetiaan mereka, karena ketulusan dan pengabdian mereka.

Pada awal milenium pertama, kaum Gothic mengembara ke seluruh benua Eropa. Mereka berangkat dari Skandinavia sebelum tahun-tahun pertama Masehi dan sampai di sebelah selatan daerah yang sekarang disebut Rusia bagian selatan pada pertengahan abad ke-3. Pada abad ke-4 kaum Gothic seperti banyak suku Jermanik lainnya harus minggir untuk bangsa Hun dan mulai bermigrasi ke barat yang kemudian budaya gothic banyak di pengaruhi budaya yunani, slavia, dan iran. Saat penyebaran mereka inilah kebudayaan gothic mulai di kenal dan diadopsi di seluruh eropa. Essensi budaya gothic terus di kembangkan hingga sekarang,hingga orang-orang yang ada sekarang tidak menyadari bahwa yang mereka pelajari adalah kebudayaan gothic.
Setelah sekian lama kebudayaan itu berkembang dan terus di adaptasi,maka sekarang adalah era baru kebudayaan gothic. Kebudayaan gothic sekarang sama sekali bukanlah pagan atau satanis tetapi jika pagan atau satanis ada dalam diri gothess (pecinta gothic) pun tidak masalah, justru gothic sekarang merupakan budaya yang penuh kesetiaan dan pengabdian pada kepercayaan dan agama masing-masing. Trus kenapa gothic sekarang di identikkan dengan kesesatan satanis atau murder dan persembahan? Pertama,pendahulu gothic yaitu bangsa Visigoth merupakan bangsa penganut pagan sehingga penampilan para gothic identic dengan gelap dan gloomy, tapi tetep gak mutlak sesat.
Kedua, karena seorang artis bernama Marilyn manson yang sejak awal mengaku seorang gothic, selalu menonjolkan aksi murderisasi dan satanic, sampai pada ketika dia di angkat menjadi pendeta di gereja setan, oleh Anton Laveyprofesi dan kepopuleran manson yang seorang public figure menjadi banyak acuan salah dari banyak orang sehingga mengatakan bahwa gothic itu satanis, padahal itu salah besar. Satanis bukan hal yang wajib di gothic, sekali lagi gothic bukan satanis atau kekejaman karena yang seperti itu adalah black dan death metal : dimmu borgir, Windir, Satyricon, Christ Denied....etc.. Gothic itu ideology yang penuh dengan kebaikan hati. Band-band yang termasuk gothic:
·         Nightwish
·         Within Temptation
·         Haggard
·         Epica
·         The Cure
·         Marilyn Manson
·         Nine Inch Nail
·         HIM
·         Serenia
·         Anathema
·         Lacrimosa
·         Deine Lakaien
·         Moonspel
·         DeathStar
·         Draconian
·         Cradle of Filth [lebih cenderung kepada Black Metal]

Music gothic sendiri juga terkesan gloomy, mendayu, touchy, tapi ga mellow, dengan lirik yang penuh dengan depresi, gloomy, kesedihan, kekecewaan, pengorbanan, kesetiaan, kebencian, atapun pemberontakan dan perlawanan.
Tentang haggard, epica dan nightwish, banyak yang bilang kalo band-band ini bukan gothic tetapi symphonic metal. Haaaaa….haaa……hey jangan lupa, music gothic merupakan bagian dari music underground yang berarti juga saudaranya metal. Sementara itu gothic telah dikembangkan sejak berabad-abad yang lalu salah satu nya melalui music seperti symphony dan orchestra. So, jangan salah yang kalian sebut symphonic metal itu sebenarnya classical gothic salah satu sub culture gothic.
Soal evanescence, meski mereka sendiri membantah sebagai band gothic, tapi dari segi komposisi music, mereka cenderung ke gothic, lebih tepatnya gothic rock. Trus kenapa mereka membantah….? mungkin aja mereka belum bisa bedain gothic ama death and dark metal kali.. kayak banyak orang ketakutan disebut sesat.he…he…he… Ga peduli dari mana aslanya ,eropa ,amrik,asia,afrika kalo uda jadi gothic ya.. berarti di gothess kayak evanes tuh…
Tentang fashion,gothess ga perlu pusing-pusing, gothic tu simple, penampilan rapi, serba hitam, termasuk rambut pakaian sama sepatu. Rambut dirawat yang rapi, baju baiknya lengan panjang warna hitam, celana hitam, sepatu,disesuaikan aja ma selera dan acara, yang penting hitam.
Soal accesoris juga ga wajib, gothic tuh simple, rapi, baik hati dan murah senyum. Pale skin, muka putih pucat dengan kacamata hitam atau dengan eye shadow hitam. Pierching ga wajib, gelang-gelang hitam, cincin logam putih yang unik dan artistic.
Kepribadian para gothess juga simple, mereka suka dengan semua karya seni, sesuatu yang mengasah otak seperti game dan music. Mereka lebih bersikap tenang dan santai di setiap suasana, look around,dan selalu tanggap dalam setiap masalah. Mereka menyukai hal-hal yang romantic seperti bunga, parfum , puisi yang menyentuh, malam yang tenang, ataupun ngedate yang romantic.

Ciri utama para gothess adalah mempunyai kejujuran, ketulusan dan kesetiaan yang mereka agung-agungkan. Mereka akan membeci dengan sebenci-bencinya terhadap pengkhianat. Mereka tidak pernah takut apapun kecuali kehilangan keyakinan dan ketenangan mereka.
Kalau dilihat dari gaya hidup atau lifestyle penganut Gothic sekarang, mereka yang menganut aliran gothic, sebagaimana dilaporkan sama www.gothicsubculture.com, sebuah situs yang meneliti dan memperdalam sub-kebudayaan gothic menyebutkan beberapa ciri yang membuat kita kaget.
Pertama, mereka punya kebiasaan menyakiti diri sendiri, kebanyakan dengan cara memotong atau mengiris bagian tubuh mereka sendiri. Tindakan ini bisa disebabkan beberapa faktor, yaitu;
·         Mereka melakukannya untuk menarik perhatian. Tindakan ini banyak dilakukan sama kalangan remaja dan biasanya dengan menggunakan silet. Tindakan ini mereka lakukan sebagai upaya untuk mendapatkan perhatian dari kawan-kawannya.
·         Menghindari bunuh diri dengan mengganti rasa sakit fisik untuk rasa sakit lain yang nggak bisa mereka kendalikan.Tindakan ini juga simbol untuk mengingat rasa sakit di masa lalu yang telah dilaluinya. Memotong atau mengiris bagian tubuh sebagai hukuman sama diri sendiri juga termasuk pada ketegori ini.
·         Untuk mengonsentrasikan diri. Salah satu obsesi dan idealisme gerakan gothic adalah hidup abadi. Untuk mengonsentrasikan ini, mereka mencoba bersentuhan dengan kematian yang mereka yakini sebagai pintu menuju kehidupan abadi.
·         Alasan lain yang nggak disebutkanBiasanya karena coba-coba atau tindakan imitasi.
   Keduamereka punya ritual khusus yaitu dengan mengalirkan dan meminum darah. Meski berbeda dengan memotong bagian tubuh, motivasi mengucurkan dan meminum darah bisa sama. Perbedaan utama dari kebiasaan ini adalah bahwa fokus lebih bisa tercapai dengan meminum darah ketimbang memotong tubuh. Dalam sejarah, darah dipandang sebagai simbol paling kuat dalam sastra dan seni, menandakan kehidupan dan kematian sekaligus. Tindakan ini dilakukan dengan beberapa alasan, diantaranya:
·         Meniru vampire. Film dan kebudayaan pop lain pada masa lampau punya banyak cerita tentang vampire. Mereka adalah tokoh yang muncul dalam cerita-cerita tentang iblis dan setan yang takut sama salib, bawang putih dan air suci (dalam ajaran Kristiani). Daya tahan tubuh mereka juga lemah jika terkena sinar matahari. Asumsi ini lama-kelamaan berubah, vampire jadi sesuatu yang indah, abadi, muda, kuat, dan punya kebebasan. Vampire bukan lagi iblis pembunuh, tapi dijadikan simbol “apa yang diinginkan” manusia: ketidaktakutan, keabadian, kekuatan. Dengan keyakinan ini, mereka meniru kebiasaan vampire dengan mengadakan ritual meminum dan mengucurkan darah, yang mereka pahami sebagai tindakan menuju keabadian.
     Rasa penasaran dan coba-cobaBeberapa dari mereka melakukan tindakan itu hanya ingin merasakan seperti apa rasanya, bagaimana darah itu memuncrat dan mengalir, dsb.
   Pengalaman erotis. Seks dipandang sebagai salah satu cara untuk berbagi dengan anggota lain dalam kelompok gothic. Buat sebagian orang, meminum darah bisa jadi merupakan bagian pengalaman erotis. Itulah sebabnya mereka melakukan ritual ini.
·         Fanatisme. Meminum atau mengucurkan darah memang bukan tindakan normal, sebab tidak semua orang melakukan itu. Namun, buat mereka yang fanatik sama kelompoknya, mereka bakal melakukan apapun, termasuk mengucurkan dan meminum darah, selama itu untuk kepentingan kelompoknya.
    Semua ini makin menguatkan fakta kalau yang namanya gothic itu identik sama menyakiti diri sendiri. Jadi, tidak heran jika ada pendapat: remaja yang “mencontek” gaya hidup semacam ini biasanya suka menyendiri, baik sengaja atau tidak, cenderung menyakiti diri sendiri, bersikap pemberontak, dsb.Sebuah penelitian yang dilakukan beberapa peneliti Skotlandia mengungkap fakta kalau remaja yang mengadopsi gaya hidup gothic berpotensi lebih membahayakan diri sendiri atau melakukan percobaan bunuh diri. Nah lho..!
  


Para peneliti menilai, gaya hidup gothic itu identik dengan pakaian warna gelap dan       musik-musik introspektif. Dalam ekspresi musik, hampir mirip sama aliran punk. “Meskipun tidak banyak remaja yang mengidentifikasi secara langsung sebagai anggota subkebudayaan gothic, angka percobaan bunuh diri dan tindakan-tindakan yang membahayakan diri sendiri dalam kelompok ini sangat tinggi,” begitu kata Robert Young, kepala penelitian yang dilakukan Glasgow University tersebut. Tim peneliti Skotlandia itu menilai meski gothic adalah subgenre kebudayaan punk, tapi  keduanya berbeda. Gothic lebih identik dengan estetika gelap dan kesan berbahaya. Marilyn Manson adalah salah satu figur yang banyak dipuja dan ditiru para penganut subkebudayaan gothic ini. Gaya hidup tersebut banyak menuai kecaman sebab dianggap identik sama kekerasan.


Kalo Dara sendiri sih lebih tertarik sama DARK GOTHIC, Gothic merupakan sisi lain dari Dara. Dara suka hal-hal yang berbau gothic walau ayah udah capek ngelarang buat ngoleksi gambar-gambar Dark Gothic, Dara suka ngeliat darah yang ngalir.. tapi bukan berarti Dara jadi ikut-ikutan ngelukain diri sendiri loh. Intinya Dara suka ngoleksi gambar-gambar yang berbau gothic.




1 komentar:

  1. Nice post, tq utk info lebih dalam mbk bro..

    Gothic/gothes klo menurut gw adalah keinginan hati/inspirasi yang ingin kita exspresikan dgn nyata n free bisa juga diartikan orang yg tdk suka diatur ibarat kehidupan punk, berhubungan dgn gelap n hitam.
    sifatnya yg sensitif itu jarang mmpunyai teman, tetapi setia trhadap teman jika mereka mengerti kita.
    itu yg gw rasakan sebagai gothic, hehe ..
    salam kenal

    BalasHapus

© 2012 Aneuk Dara Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com