Senin, 04 Juli 2011

Hanya Sebuah Tangisan




Terdiam aku disudut ruangan ini
Pengap, gelap, sunyi
Perih terasa disini, didadaku
Aku hanya diam dan terus menangis

Masih sangat jelas dibenakku bayangan itu
Masih sangat nyata kenangan itu ku rasa
Dan lagi-lagi.. aku hanya bisa terdiam
Terdiam seperti seorang bocah yang kehilangan pita suara

Melihat sesosok diujung sana membuat luka itu seolah berdarah
Aku tau sosok itu, aku kenal dia..
Seseorang yang selalu aku hindari
Bahkan dimimpipun aku selalu menghindarinya

Seperti berpacu dengan masa lalu
Seperti rembulan yang ingin bertemu sang mentari
Seperti topan yang ingin bersatu dengan pelangi
Seperti si bodoh yang menginginkan salju di hutan tropis

Aku memang merindukannya, aku memang masih mencintainya
Tapi itu mustahil..
Aku merasa seperti si iblis kecil yang mengelukan sesosok malaikat
Ini semua sudah berakhir dan terlambat untuk diperbaiki
Pelukanmu hanya angan-angan yang terlalu liar bagiku

Terisak aku menahan tangis di ujung mataku
Aku tak ingin terlihat rapuh dihadapanmu
Aku tak ingin seorang pun tau aku masih terpuruk disini
Aku hanya ingin mengobati luka ini

Terkadang ku beranikan diri melintas dihadapanmu
Hanya untuk mempertontonkan serangkai kebohongan
Aku baik-baik saja sekarang
Aku bisa tanpamu, aku mampu berdiri disini
Kebohongan manis yang entah kapan akan terungkap

Lagi dan lagi aku hanya bisa menangis
Apakah kau tau aku merindukanmu?
Apakah kau tau rasa itu masih sama?
Andai saja egoku tak sebesar ini
Andai saja kebohongan ini terungkap


Tahukah kamu.. dihati kecil ini masih ada tempat untukmu..










boy
I was hurt here because of you..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© 2012 Aneuk Dara Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com