Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2012

Dear, Teman


Tuhan
Bolehkah aku berbohong untuk menyenangkan hatinya?
Bolehkah aku membohongi dia untuk sebuah semangat baru?
Bolehkah aku membohongi hatiku untuk memberi sedikit kebahagiaan padanya?

Tuhan
Aku hanya ingin membantunya bangkit
Aku ingin menunjukkan padanya arti sebuah kegagalan
Aku ingin memberitahunya bahwa aku juga pernah merasakan pengalaman kegagalan
Aku ingin mengajaknya berjalan disisiku bukan dibelakangku

Tuhan
Aku rindu semangatnya malam itu
Aku rindu mimpi-mimpi besarnya yang selalu menginspirasiku
Aku rindu nasehatnya Tuhan..

Teman, lihat aku
Raih tanganku
Cepatlah kemari
Aku masih menunggumu di gedung bundar ini..

Selasa, 03 April 2012

Catatan Akhir Maret 2012 (Buat 242)

Oke hari ini aku mau share tentang puisi yang dibuat salah seorang my beloved teacher ama uswat buat siswa angkatan kami..
Check it out :D


Catatan Akhir Maret 2012 (Buat 242)

Di ujung lelah ku...
Masih sempat kujajakan bekal sedikit lagi
Dari pintu ke pintu bergantian
Walau tak ada lagi yang peduli
Tapi tetap ku lukis warna di dua matamu
Agar engkau tidak tersesat di kegelapan
KU tanam bunga terakhir di dadamu
Dengan harapan engkau masih bisa berlari
Mengejar mimpi-mimpimu

Di ujung lelah ku...
Masih sempat ku ejakan huruf-huruf di lidahmu
Agar engkau mampu berbicara tentang hari esok
Masih sempat ku genggam jemarimu
Agar engkau bisa menghitung
Berapa senja lagi kita dapat menatap gerbang itu
Tempat kita saling senyum
Tempat kita saling berlinang air mata

Di ujung lelah ku..
Masih sempat ku bisikkan mimpiku di telingamu
Walau dengan bibir yang gemetar
Aku tidak akan mengemis gerimis di kelopak matamu
Karena akan menyayat jantung kita juga
Melangkahlah di jalan yang pernah kita lalui
Sampai saatnya nanti..
Tiada lagi yang menahan langkahmu pergi
Walaupun hujan akan basahi jalan kita
    
     Ama Uswatudin
Smansa, 29 Maret 2012.




Minggu, 25 Desember 2011

Surat Untuk Calon Suamiku Kelak

 Assalamualaikum...

Dear Suamiku Kelak..
Apa kabarmu? Sedang apa kamu disana? Apa kamu juga memikirkan hal yang sama sepertiku? Aku ingin sekali bercerita tentang kehidupanku sekarang kepadamu, aku ingin berbagi semua celotehanku kepadamu, aku ingin berbagi tangisku padamu, aku ingin berbagi tawa ini bersamamu, aku ingin berbagi kesedihan ini denganmu.

Dear Suamiku Kelak…
Dimana kamu sekarang? Sudahkah sangat dekat denganku atau kita terpisah jarak yang teramat jauh? Dimanapun kamu, aku ingin kamu tau aku disini masih sabar menunggumu sampai saatnya tiba.  Saat dimana aku dan kamu dipertemukan Allah, saat dimana kamu memakaikan cincin dijari manisku, saat kamu mengucapkan ijab Kabul dihadapan orangtuaku.

Dear Suamiku Kelak..
Mungkin kamu sekarang sedang menjalin hubungan dengan wanita lain, tapi aku mohon jagalah hatimu yang seharusnya menjadi milikku kelak. Aku tidak ingin ada setitikpun tersisa tentangnya dihatimu.

Dear Suamiku Kelak…
Mungkin sekarang aku hanya wanita manja yang sangat egois, tapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagimu kelak. Aku sedang belajar menjadi pribadi yang lebih baik, aku sedang belajar mengurangi kadar keegoisanku, aku sedang belajar bagaimana membuatmu nyaman disisiku, aku sedang belajar menjadi istri yang kamu idam-idamkan, aku juga sedang belajar menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak.

Dear Suamiku Kelak..
Aku yakin Allah sangat mencintaimu seperti Allah mencintaiku dan orang-orang muslim yang selalu bertawakal kepadaNya. Aku yakin Allah sedang melatihmu menjadi seorang lelaki beriman, pribadi yang bersahaja, seorang suami yang akan menjagaku, seorang ayah yang selalu menjaga anak-anak kita, seorang kepala rumah tangga yang senantiasa mengayomi aku dan anak-anakmu kelak.

Dear Suamiku Kelak…
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; "Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan." Dari kisah ini aku belajar, mungkin kamu bukan seperti yang aku bayangkan selama ini, tapi aku akan menerima semua kekurangan dan kelebihanmu karena kamulah yang aku butuhkan dan aku yakin kamulah yang terbaik bagiku.

Dear Suamiku Kelak…
Jika nanti aku mengeluh jangan pukul aku, tapi nasehati aku dan rangkullah aku. Jika nanti aku marah jangan membentakku, tapi tenangkan aku dalam pelukmu. Aku yakin kamu adalah seorang pria yang sabar yang akan selalu ada untukku dan anak-anak kita kelak. Aku yakin kamu akan menjadi imam yang baik dikeluarga kita kelak.

Dear Suamiku kelak…
Aku yakin, kamu adalah lelaki pilihan yang diutus Tuhan untukku. Untuk membenahi hidupku, untuk menunjukkan jalan menujuNya, menemani hari tua ku kelak, juga yang akan menyayangiku disaat ku baik atau pun jelek. Semoga benar itu kamu, maka cepatlah kamu datang. Bukannya aku tak sabar, aku hanya takut waktu melewatkan kita. Sebenarnya, aku sedikit penasaran denganmu. Kamu terlalu lama bertualang di luar sana, sampai-sampai kamu lupa bagaimana cara mencariku. Untungnya, aku wanita yang sabar. Aku masih menunggumu, tepat di depan pintu hati. Aku tak menggubris mereka yang datang hanya untuk bermain-main. Aku menantimu yang ingin menetap lama sampai akhir hayat. Cepatlah datang, jangan sampai ku salah langkah..




With Love
Calon Istrimu Kelak




Senin, 04 Juli 2011

Hanya Sebuah Tangisan




Terdiam aku disudut ruangan ini
Pengap, gelap, sunyi
Perih terasa disini, didadaku
Aku hanya diam dan terus menangis

Masih sangat jelas dibenakku bayangan itu
Masih sangat nyata kenangan itu ku rasa
Dan lagi-lagi.. aku hanya bisa terdiam
Terdiam seperti seorang bocah yang kehilangan pita suara

Melihat sesosok diujung sana membuat luka itu seolah berdarah
Aku tau sosok itu, aku kenal dia..
Seseorang yang selalu aku hindari
Bahkan dimimpipun aku selalu menghindarinya

Seperti berpacu dengan masa lalu
Seperti rembulan yang ingin bertemu sang mentari
Seperti topan yang ingin bersatu dengan pelangi
Seperti si bodoh yang menginginkan salju di hutan tropis

Aku memang merindukannya, aku memang masih mencintainya
Tapi itu mustahil..
Aku merasa seperti si iblis kecil yang mengelukan sesosok malaikat
Ini semua sudah berakhir dan terlambat untuk diperbaiki
Pelukanmu hanya angan-angan yang terlalu liar bagiku

Terisak aku menahan tangis di ujung mataku
Aku tak ingin terlihat rapuh dihadapanmu
Aku tak ingin seorang pun tau aku masih terpuruk disini
Aku hanya ingin mengobati luka ini

Terkadang ku beranikan diri melintas dihadapanmu
Hanya untuk mempertontonkan serangkai kebohongan
Aku baik-baik saja sekarang
Aku bisa tanpamu, aku mampu berdiri disini
Kebohongan manis yang entah kapan akan terungkap

Lagi dan lagi aku hanya bisa menangis
Apakah kau tau aku merindukanmu?
Apakah kau tau rasa itu masih sama?
Andai saja egoku tak sebesar ini
Andai saja kebohongan ini terungkap


Tahukah kamu.. dihati kecil ini masih ada tempat untukmu..










boy
I was hurt here because of you..

Rabu, 29 Juni 2011

Luka Yang Hampir Pulih

Ku berjalan sendiri di gelapnya malam
Perasaan kacau, hatiku gundah
Takut akan terulangnya kejadian di masa lalu
Terus berjalan tanpa arah, meraba-raba di kegelapan

Ditengah kegalauan hatiku..
Kau datang membawa sejuta harapan
Kau terangi gelapnya malamku
Kau yakinkan aku dengan sejuta ucapan manismu

Sempat ku meragu
Yang ku ingat dulu ku pernah terluka
Dan yang ku tau luka masa lalu itu belum sembuh
Aku hanya tak ingin jatuh ke lubang yang sama

Salahkah  jika kumencinta lagi?
Salahkah jika ku menginginkan dia?
Masih pantaskah aku dicintai?






Disaat Kau Tak Peduli

Air mata terus mengalir dipipi
Rasa takut seolah memburuku
Rasa gundah selalu menghantuiku
Terdiam aku di kesepian malam

Ku berfikir..
Apalah dayaku tanpamu
Ku lihat langit, tak ada satu bintangpun
Seolah bintangpun enggan menemaniku

Hatiku ingin berontak..
Tapi aku tak kuasa
Tak kuasa menahan rasa gundah, takut, perih, sedih
Sulit bagiku untuk berkata-kata

Terlalu sulit bahkan
Jangankan berteriak, mengucapkan satu kata saja aku tak mampu
Hanya amarahmu yang teringat dibenakku
Haruskah ku terus berdiam di sudut ini?

Menyesali
Hanya bisa termenung dikesendirianku
Tiada yang peduli akanku
Hujanpun menangis, seolah ia tau betapa sakitnya lukaku

Bahkan detak suara jam pun seolah terhenti
Hanya ada sebuah sedu sedan
Hanya terdengar tangisan
Tangisan gadis yang kehilangan tempatnyanya berpijak

Baruku sadari..
Telah banyak cinta yang kusia-siakan
Telah banyak kata yang kuabaikan
Aku terlalu bodoh

Aku tak pernah bisa mengerti apa yang kau mau
Aku tak mengerti apa yang kau rasa

Baru ku tau..
Betapa rapuhnya aku
Betapa bodohnya aku
Bila kau tak ada di sisiku..




Coretan Iblis Kecil

Aku hanya iblis kecil yang terlalu beruntung
Terlalu beruntung mendapatkan seorang malaikat
Semua orang tau, iblis itu laknat
Aku tak mengerti pandanganmu

Aku iblis yang terlalu kotor
Terlalu kototor untuk bersama malaikat suci sepertimu
Semakin aku bingung dibuatmu
Aku hanyalah mahluk yang hina
Aku tak pantas berada disisimu

Aku hanya mahluk yang bersimbah dosa
Aku tak ingin mengotorimu dengan dosa-dosaku
Aku tak pantas didekatmu
Kau terlalu indah dimataku

Hatiku kecilku yang busuk ini sangat mencintaimu
Ha ha ha...
Apakah mungkin?
Semua orang pasti akan tersenyum menghinaku

Aku tak tau apa yang kau cari dari diriku?
Kau terlalu baik untuk untuk iblis kecil sepertiku
Apakah mungkin iblis bersanding dengan dengan malaikat
Bodohnya aku tlah berandai hal yang mustahil

Iblis tak pernah diciptakan untuk diagungkan
Iblis hanya untuk dihina
Iblis bukan untuk malaikat
Hanya waktu yang bisa menjawab seluruh pertanyaanku




Sabtu, 12 Maret 2011

Only You

Puisi ini adalah puisi dari seorang teman yang dulu pernah deket sama saya, katanya sih curahan hatinya.. tapi tauk deh :P

Only You
Mungkin dirimu ragu dengan kataku ini.
Tapi inilah yang sejujurnya.
      Tak ada cewek lain selain dirimu sayang.
      Hanya dirimu yang ku cinta.
      Hanya dirimu yang ku sayang.
Dirimu yang membuatku menangis.
Dirimu yang membuatku tersenyum.
Dirimu yang membuatku tertawa.
Dirimu yang membuatku tenang.
Dirimu yang memberiku semangat.
     Kau lah yang terindah.
     Kau lah penghuni hatiku.
     Kau segalanya bagiku.
     Only you....
     Nobody else..

Created By: Eviet
© 2012 Aneuk Dara Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com