Rabu, 13 Maret 2013

LTM Etika


Judul               :  Etika Profesi Bagi Programmer
Nama               : Dara Intan Noersaif
NPM               : 1206208132
Pengarang       : Galih Pranowo
Data Publikasi : Etika Profesi yang Berlaku Bagi Programmer di Indonesia
  http://id.pdfsb.com/readonline/62464e446567743758584a2f43483568-857888
                          6 Maret 2012, pk 22:36.


Uraian Singkat Peta Konsep:

1.      Programmer adalah individu yang bertugas dalam hal rincian implementasi, pengemasan, dan modifikasi algoritma serta struktur data, dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu.
2.      Kode etik seorang programmer adalah sebagai berikut :
a)      Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
b)      Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
c)      Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
d)     Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta kecuali telah membeli atau telah meminta izin.
e)      Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa izin.
f)       Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
g)      Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapatkan izin.
h)      Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
i)        Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
j)        Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja dalam pengembangan suatu proyek.
k)      Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
l)        Tidak boleh mempermalukan profesinya.
m)    Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
n)      Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.
o)      Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer.
3.      Sikap programmer bila bekerjasama dalam team :
a)      Meningkatnya ukuran produk yang dihasilkan akan menurunkan produktivitas programmer akibat meningkatnya kerumitan antara komponen-komponen program dan akibat meningkatnya komunikasi yang perlu dilakukan antara programmer, manajer, dan pelanggan.
b)      Jumlah lintasan komunikasi antar programmer yang terjadi dalam sebuah proyek adalah n(n-1)/2, dimana n adalah jumlah programmer yang terlibat dalam proyek tersebut.
c)      Penambahan lebih banyak programmer dalam sebuah proyek yang sedang berjalan akan menurunkan produktivitas, kecuali jika para programmer baru tersebut mempunyai tugas yang tidak bergantung kepada hasil kerja programmer lama.
d)     Hukum Brooks : Adding more programmers to a late project may make it later.

4.      Sikap programmer terhadap klien :
a)      Mempunyai sikap & kepribadian baik, komunikatif, mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja, cekatan & fleksibel.
b)      Mampu bekerja berorientasi jadwal, mengatur pekerjaan multiple project dan bekerja sama dalam team.
c)      Membuat kontrak kerja dengan klien.
d)     Menyukai dan mengerti dasar-dasar pemrograman.

Kekuatan dan Keutamaan Karakter Sebagai Hasil Dari Daya-daya Spiritual (MPKT-A)

Nama: Dara Intan Noersaif
NPM: 1206208132
Judul Buku: Kekuatan dan Keutamaan Karakter Sebagai Hasil Dari Daya-daya Spiritual
Penulis: Bagus Takwin

Pembentukan karakter menjadi salah satu kunci dari kemajuan dan pembangunan bangsa. Dengan kekuatan dan keutamaan karakter, orang dapat menghasilkan perasaan-perasaan positif dalam situasi apapun. Ia juga dapat melihat sisi-sisi baik dari hidupnya sehingga ia dapat memberikan penilaian positif pula kepada hidupnya. Oleh sebab itu, Kepribadian dan karakter yang baik harus dapat dibangun dan diperbaiki agar melahirkan karakter dan kepribadin kuat demi tujuan yang positif. Pentingnya pembentukan karakter bagi bangsa ini menjadikan pendidikan sebagai wadah untuk pembentukan karakter. Dengan kekuatan dan keutamaan karakter,orang dapat menghasilkan perasaan-perasaan positif dalam situasi apapun. Oleh sebab itu, pendidikan karakter juga merupakan usaha untk membantu peserta didik mencapai kebahagiaan.Kekuatan karakter bersumberpada keberadaan manusia sebagai makhluk spiritual. Dengan spiritualitasnya,manusia mengatasi dan melampaui keterbatasannya sebagai makhluk alamiah. Sehingga spiritualitas manusia merupakan dasar dari kekuatan karakter.
Karakter bukan kepribadian meskipun keduanya berkaitan erat. Allport mendefinisikan kepribadian sebagai ‘’…..organisasi dinamis dari keseluruhan sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkunganya”. Dari definisi itu dapat dipahami bahwa kepribadian manusia sebagai hal yang teroganisasi, tidak acak, dan unsur-unsurnya tidak bekerja sendiri-sendiri. Kepribadian manusia terus bergerak dan berkembang, tidak berhenti atau terhenti pada satu titik. Manusia memiliki otonomi dalam dirinya tetapi, di sisi lain, ia juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara unik. Dengan keunikan itu, seorang manusia berbeda dari manusia lainnya. Alport mendefinisikan karakter sebagai kepribadian yang dievaluasi. Artinya, karakter adalah segi-segi kepribadian yang ditampilkan keluar dari, dan disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu. Kumpulan sifat mental dan etis yang dimiliki seseorang akan menentukan seperti apa orang tersebut. Karakter diperoleh melalui pengasuhan dan pendidikan meskipun potensialitasnya ada pada setiap orang. Karakter yang kuat adalah karakter yang bercirikan keutamaan-keutamaan yang merupakan keunggulan manusia. Di sini keutamaan sebagai kekuatan karakter dibedakan dari bakat dan kemampuan. Penggalian, pengenalan, dan pengukuran keutamaan dapat dilakukan melalui teknik inventori, skala sikap, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan simulasi. Karakter yang kuat memiliki kriteria:
1.     Karakter yang ciri-cirinya memberikan sumbangan terhadap pembentukan kehidupan;
2.     Kekuatan yang dikandungnya secara moral bernilai sebagai sesuatu yang baik bagi diri sendiri dan orang lain;
3.    Penampilan ciri-ciri itu tidak mengganggu, membatasi atau menghambat orang-orang disekitarnya;
4.    Kekuatan karakter tampil dalam rentang tingkah laku individu;
5.    Karakter yang kuat dapat dibedakan dari ciri-ciri yang berlawanan dengannya;
6.    Kekuatan karakter diwadahi oleh model atau kerangka piker ideal;
7.    Kekuatan karakter dapat dibedakan dari sifat positif yang lain tetapi yang terkait secara erat;
8.    Kekuatan karakter tertentu menjadi cirri yang mengagumkan bagi orang-orang yang mempersepsinya;
9.    Boleh jadi tidak semua ciri karakter yang kuat muncul pada seseorang;
10. Kekuatan karakter memiliki akar psiko sosial; potensinya ada dalam diri sendiri, dan aktualitanya dipengaruhi oleh lingkungan sosial.

Kebijaksanaan dan pengetahuan merupakan kekuatan keutamaan yang berkaitan dengan fungsi kognitif, yaitu tentang bagaimana mendapatkan dan menggunakan pengetahuan. Keutamaan ini terdiri atas enam kekuatan, yaitu 1) rasa ingin tahu, 2) cinta pembelajaran, 3) pikiran yang kritis dan terbuka, 4) orisinalitas, 5) kecerdasan sosial, dan 6) perspektif.Kesatriaan merupakan keutamaan emosional yang melibatkan kemauan kuat untuk mencapai suatu tujuan meskipun mendapat tantangan, baik eksternal maupun internal. Kemanusiaan dan cinta merupakan keutamaan yang mencakup kemampuan menjalin pertemanan dengan orang lain. Keutamaan keadilan mendasari kehidupan yang sehat dalam suatu masyarakat. Pengelolaan diri adalah keutamaan untuk melindungi diri dari segala akibat buruk yang mungkin terjadi dalam kehidupan. Transdensi merupakan keutamaan yang menghubungkan kehidupan manusia dengan seluruh alam semesta dan member makna kepada kehidupan. Spiritualitas merujuk kepada sesuatu yang amat religious, sesuatu yang berkaitan dengan roh, dan hal-hal yang sakral. Pandangan lain menunjukan bahwa spiritualitas tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari yaitu pengalaman yang terjadi di tengah keseharian hidup manusia. Narayanasami (dalam McSherry,1998) menegaskan bahwa tidak ada satu pun definisi dari, spiritualitas yang otoritatif. Tetapi spiritualitas dapat dipahami sebagai dasar kekuatan dan keutamaan karakter manusia. Karakter selalu didasari oleh spiritualitas. Daya-daya spiritual menghindarkan kita dari godaan dan menguatkan kita saat berada dalam situasi yang sulit. Dengan demikian, ketika berbicara tentang karakter maka kita juga berbicara tentang spiritualitas, tentang daya-daya yang menguatkan dan mengambangkan manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Pembentukan karakter sangat erat kaitannya dengan dengan pencapaian kebahagiaan. Jika kita ingin bahagia, maka kita harus memuliai berfikir positif, memandang hidup dan orang lain sebagai hal yang baik, serta memaknai dunia dan seisinya sebagai kebahagiaan yang dianugerahkan kepada kita. Perpaduan dari tiga kebahagiaan terserbut dan keutamaan-keutamaan karakter merupakan bahan dari pendidikan karakter. Jika dipahami bahwa inti dari pendidikan adalah pembentukan karakter maka seharusnya dicamkan pula bahwa setiap pendidikan adalah pembentukan karakter. Di setiap jenjang pendidikan, pasti proses pembentukan karakter terjadi. Pemikiran manusia akan terus berkembang sampai mereka menemukan karakter kuat yang dimiliki.
Mahasiswa UI harus memiliki karakter yang kuat. kesatriaan adalah ciri mahasiswa yang berkarakter kuat. Kesatriaan adalah identitas yang dapat diandalkan dimanapun kita berada. Keberanian untuk menyatakan kebenaran dan mengakui kesalahan serta  jujur dalam segala hal, jujur pada diri sendiri dan jujur pada orang lain. Kejujuran akan membuat kita dipercaya oleh orang disekitar kita. Dengan kesatriaan yang tinggi masyarakat pun akan melihat identitas kita dengan baik, menjadi mahasiswa yang berkarakter dengan menjunjung tinggi keberanian dan kejujuran. Bertanggung jawab dalam segala hal. Masyarakat sangat membutuhkan seorang pemimpin yang bertanggung jawab dalam mengemban amanahnya. Berani untuk gagal dan berani untuk menerima konsekuensi dari tindakan yang diambil. Jika tidak ada rasa tanggung jawab, maka mahasiswa tidak akan dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik bahkan tidak akan dipercaya oleh orang-orang disekitarnya.


Danbo

Iseng-iseng buat cerita dari serangkaian pict danbo :D
Cekidot

Selasa, 12 Maret 2013

Hello World in Java


Pernah dengar kata “ngoding” ga? Ngoding itu kegiatan yang katanya sih keren buat anak-anak yang pengen jadi orang IT, nah dara mau share dikit gimana ngoding di java. Dimulai dari yang simple dulu ya, dara mau ngasih tau cara munculin kalimat “Hello World, Aku baru belajar ngoding loh”. Kodenya itu gini :

public class Hello {
            public static void main (String []args) {
                   System.out.println("Hello World, Aku baru belajar ngoding loh");
            }
}

Ntar kode di atas ini di ketik di editornya, boleh pake notepad, notepad++, sciTe, atau eclipse. Kalo buat pemula sih dara nyaraninnya pake notepad++ dulu biar belajar ngeliat error pake cmd. Jangan sampe typo ya, jangan lupa disave dengan nama “Hello.java”. Kenapa harus ngesave dengan nama yang sama? Ya karena java maunya nama class sama dengan nama filenya, dan harus sama ya ga boleh beda. Setelah disave kita harus compile pake cmd. Caranya, buka cmd > cari lokasi file > javac Hello.java trus jalaninnya dengan ketik java Hello. Ini hasilnya..


Gampang kan ya :D Ayo belajar java bareng dara di pacil hehe..

Sabtu, 10 November 2012

Budaya Plagiarisme


Mungkin istilah plagiarisme masih belum biasa di telinga kita, tetapi sesungguhnya kita sering melakukan plagiarisme sejak berada di sekolah dasar. Plagiarisme sekarang sudah menjadi masalah sosial bagi seluruh kalangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta, yaitu hak seseorang atas hasil penemuannya yang dilindungi oleh undang-undang. Atau menurut Adi Mihadja (2005) adalah pencurian dan penggunaan gagasan atau tulisan orang lain (tanpa cara-cara yang sah) dan diakuinya sebagai milik sendiri. Plagiarisme juga dikenal dengan sebutan plagiat (Rosyidi, 2007). Contoh kecil plagiarisme saat kita duduk di bangku sekolah menengah ialah menyalin sebuah makalah tanpa mencantumkan sumber dan mengakui bahwa makalah tersebut merupakan ide sendiri.
Permasalahannya plagiarisme sering dilakukan tanpa adanya larangan dari pihak guru maupun pengajar pada saat sekolah. Guru hanya menilai apa yang tersaji di kertas tanpa mempertanyakan sumber dari isi tersebut, dan siswa pun melakukan plagiarisme hanya untuk mencapai nilai yang tinggi. Bahkan diberbagai tempat siswa di dorong untuk menyalin tanpa mencantumkan sumber. Hal ini terus di pupuk hingga terbawa ke bangku perkuliahan. Namun, dalam kebudayaan akademik, ada tradisi untuk menghormati hak pemilikan terhadap gagasan. Mahasiswa dituntut untuk menghormati hasil karya orang lain dan menghargai hasil tulisan orang lain dengan cara mencantumkan sumber. Sebagian orang malu untuk mencantumkan sumber karena mereka merasa sumber yang mereka miliki tidak pantas di cantumkan, ini biasanya terjadi pada saat membuat tesis dan disertasi. Hal ini tidak hanya berlaku pada mahasiswa tetapi banyak dosen juga melakukan hal tersebut.
Sebenarnya untuk menghindari plagiarisme itu tidak terlalu sulit, ada pengetahuan atau teknik-teknik tertentu yang dapat dikuasai mahasiswa agar terhindar dari tuduhan melakukan plagiarisme. Teknik-teknik seperti mengutip dan melakukan parafrase dapat digunakan atau dengan mencantumkan sumber di akhir karya tulis dapat menghindarkan kita dari plagiarisme.
Lebih baik mencegah daripada mengobati, istilah ini sangat tepat dalam kasus plagiarisme. Jika sejak duduk di sekolah dasar kita di tekankan akan pentingnya sebuah ide yang muncul dari diri sendiri maka tindakan plagiarisme akan sangat jarang kita temui. Kita sudah terlalu lama membiasakan diri dengan menyalin atau mencaplok ide orang lain. Mulai dari sekolah dasar kita tidak di beri sanksi yang berat jika kita mencontek atau menyalin tugas teman. Dan sudah sejak taman kanak-kanak kita di biasakan dengan anggapan nilai baik adalah karena yang kita hasilkan baik. Sehingga banyak orang yang mencontek hanya untuk mencapai nilai yang bagus. Budaya inilah yang seharusnya dihilangkan. Pengajar pun seharusnya lebih menghargai ide dan tidak asal memberi nilai bagus tetapi juga harus meneliti darimana karya itu dihasilkan.
Plagiarisme harus dihindari karena sebuah ide itu sangat berharga bagi penulisnya, melakukan plagiarisme juga tidak baik hasilnya bagi kita sendiri. Dan ada baiknya sosialisai tentang plagiarisme telah dilakukan sejak dini.
Sumber:
http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/28/5-jenis-plagiarisme/

Kamis, 08 November 2012

Indonesia: Negeri yang Kaya Akan budaya dan Penghuninya yang Apatis


Indonesia adalalah sebuah negara yang memiliki 17.508 pulau dengan 1.128 suku bangsa. Indonesia bukan hanya negara yang kaya akan penduduk dan sumber daya alam tetapi Indonesia sangat kaya akan budaya yang diwarisi dari para leluhur. Suatu yang patut di banggakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara terkaya akan budaya di dunia. Mulai dari tari dengan kecepatan gerakan tangan, Saman di Aceh hingga lagu Apuse dari Papua yang sudah sangat tidak asing ditelinga semua orang. Disatu provinsi saja sudah terdapat ratusan budaya, mulai dari bahasa, tarian, adat istiadat, lagu dan masih banyak lagi. Semisal saja Aceh, di Aceh sendiri terdapat banyak bahasa, antara Aceh pidie dan Banda Aceh perbedaan sangat terasa padahal hanya berbeda beberapa puluh kilometer saja jaraknya. Pertanyaan terbesarnya sekarang, “seberapa besar kepedulian bangsa ini dengan kekayaan budaya leluhur yang sangat beragam?”. Seperti ungkapan yang sering terucap saat perkenalan yaitu, “tak kenal maka tak sayang”, kebanyakan penghuni bumi pertiwi ini hanya mengetahui Batik tanpa mengetahui kebudayaan leluhur yang lain yang mungkin mencapai belasan ribu jumlahnya, pengetahuan mereka akan batik pun hanya karena Batik telah di akui oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 tetapi sebelumnya mereka malu menggunakan batik karena terkesan kuno. Persoalan Batik adalah salah satu permasalah kecil dari ketidakpedulian kita akan budaya peninggalan kakek nenek. Bagaimana kita cinta akan budaya kita jika kita tidak mengetahui apa saja budaya kita yang sangat beragam. Terkadang kita terlambat mencintai kebudayaan sendiri sehingga ada bangsa lain yang terlebih dahulu mengakui budaya tersebut, dan setelah itu kita akan marah-marah menuduh mereka telah mencuri kebudayaan kita. Sebenarnya permasalahannya ada pada bangsa ini. Andai saja dari awal sudah menanamkan rasa cinta budaya tanah air sejak dini pasti kejadian-kejadian tersebut tidak akan terjadi.
Para generasi muda banyak yang malu mengakui budaya sebagai identitas dirinya, kebanyakan dari mereka lebih bangga dengan budaya bangsa asing. Mereka lebih bangga berbahasa inggris daripada memakai bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari. Mereka lebih bangga tawuran daripada mengikuti ekstrakulikuler tarian adat, mereka lebih bangga menyanyikan lagu asing daripada lagu daerah sendiri. Ini adalah berbagai hal yang memang terjadi akhir-akhir ini. Kejadian ini bahkan bukan sekali atau dua kali terjadi tetapi hampir setian hari kita dapat mendengar banyak pelajar yang tawuran. Sedangkan para generasi tuanya lebih memilih untuk melestarikan budaya korupsi daripada budaya dari para leluhur. Diseluruh intansi negara sudah menjadi kebiasaan para penghuninya untuk korupsi. Mereka tidak malu-malu lagi memakan uang yang bukan menjadi hak mereka, bahkan uang rakyat pun mereka korupsi.Sungguh memalukan memang, tetapi inilah yang terjadi pada negeri kita saat ini.Semoga budaya leluhur kita semakin dicintai dan dikenal di seluruh dunia. Ayo para generasi muda, mulai sekarang singsingkan lengan baju. Ayo kita cintai dan lestarikan budaya leluhur bangsa sendiri. Agar bukan saja menghargai budaya sendiri tetapi dapat menjadi kebanggaan bagi kita semua.

Merajut di Fasilkom


Mengapa penulis mengunakan kata “merajut”? disini penulis ingin menekankan jika berada di fasilkom ini seperti membuat sebuah rajutan yang pada akhirnya dapat di gunakan pada saat bekerja atau membangun sebuah usaha nantinya. Pada mulanya penulis akan belajar dengan giat agar mendapatkan dasar yang cukup untuk semester selanjutnya, disini penulis akan benar-benar menghargai waktu dan kesempatan yang didapat untuk menuntut ilmu di fakultas Ilmu Komputer. Karena seperti yang kita semua tau bahwa tidak mudah untuk masuk di fakultas ini, penulis sendiri juga merasa sangat sulit dapat menjadi salah satu mahasiswa disini. Bukan hanya mengalahkan beratus orang tetapi harus mengalahkan beribu orang dalam SNMPTN untuk berada di gedung bundar ini.
Walaupun masih berstatus MABA atau mahasiswa baru, penulis akan berkontribusi dalam memajukan fasilkom tercinta kita. Bukan hanya untuk memajukan fasilkom saja, tetapi penulis juga ingin berkontribusi dalam membangun IT di daerah asal penulis yaitu Aceh. Penulis ingin membangun daerah asal penulis melalui pendidikan dan pergerakan penulis dalam bidang IT. Penulis juga akan mengikuti berbagai perlombaan jika memungkinkan. Penulis juga akan membuat sebuah novel pada masa perkuliahan penulis. Penulis juga akan menambah jaringan selama berkuliah di fasilkom, penulis ingin mempunyai kenalan baik teman satu angkatan, dosen,senior, junior staff dan semua yang berkecimpung didalam fasilkom.
Penulis ingin bergabung didalam tim Robotika UI dan menjalankan berbagai riset dibidang robotika yang diharapkan dapat menciptakan sebuah alat yang dapat meringankan pekerjaan kita sebagai mahasiswa. Penulis juga akan magang di lingkungan UI untuk mendapatkan pengalaman yang banyak untuk dibagi kepada seluruh teman penulis. Penulis juga akan menghasilkan karya tulis yang akan membantu serta memberi motivasi bagi remaja Indonesia.
Banyak hal yang ingin penulis wujudkan di fakultas tercinta ini. Bagi penulis bisa berkuliah di fasilkom adalah sebuah tantangan dan batu pijakan untuk melakukan hal lain yang menginspirasi semua orang. Keinginan terbesar penulis adalah ingin membahagiakan orang tua penulis selama berkuliah di fasilkom. Karena orangtua penulislh penulis bisa bergabung bersama ASTRO 2012, ibu dan ayah selalu mengajari penulis untuk terus melakukan hal yang dapat membahagiakan dan membantu semua orang. Mereka juga mengajarkan penulis tentang sebuah perjuangan hidup, penulis selalu mengutip perkataan ayah, “hidup ini butuh perjuangan dan tanpa perjuangan maka hidup itu tidak akan lengkap”.
Penulis mempunya mimpi yang tinggi di fasilkom, semoga penulis dapat mengaplikasikan mimpi penulis dalam suatu tindakan jelas yang dapat membantu dan membahagiakan semua orang. Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi tersebut (Andrea Hirata, 2005).


© 2012 Aneuk Dara Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com